TENTANG YOGA

December 26, 2018

Yoga adalah sebuah filosofi tentang kehidupan yang dicapai melalui latihan olah tubuh, napas dan meditasi berdasarkan 8 tangga kehidupan seperti Yama (ajaran tentang moral), Niyama (disiplin), Asana (postur), Pranayama (pengontrolan napas dengan teratur), Pratyahara (pelajaran tentang rasa), Dharana (konsentrasi), Dhyana (meditasi) dan Samadhi (pencapaian kesadaran tertinggi dari meditasi), yang akan membentuk kita sebagai manusia “baru” yang damai dan bahagia. Berbagai aliran yoga telah diperkenalkan di hampir seluruh dunia. Namun ada satu aliran yang selama ini saya tekuni yaitu Hatha Yoga. “Ha” artinya sun atau matahari dan “Ta” yang artinya moon atau bulan. Menurut saya Hatha Yoga ini membuat keseimbangan dalam diri saya, secara fisik membantu meningkatkan kinerja seluruh bagian tubuh, dari darah, hormon, kelenjar hingga tulang dan juga sistem di dalam tubuh yang membantu meningkatkan kesehatan. Dan secara mental melatih pikiran melalui latihan pernapasan dan meditasi membantu pikiran menjadi lebih jernih dan rileks, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan stres dan juga meningkatkan konsentrasi/fokus. Di dalam latihan Hatha Yoga ada salah satu anak tangga yang disebut Asanas/ postur yaitu latihan fisik atau biasa disebut olah tubuh dengan cara melakukan peregangan, melatih  kekuatan dsb. Bagi anda yang sudah berlatih yoga sebelumnya sudah mengerti apa itu asanas. Namun berjalannya waktu dalam saya berlatih, belajar dan mengajar yoga sekitar 13 tahun ini, banyak hal yang saya pelajari. Terutama dalam hal pengertian tentang melakukan yoga dan asanas khususnya. Seringkali saya melihat dan juga mendengar komentar bahwa ” kenapa latihan yoga ini tidak membuat saya merasakan seperti olah raga, berkeringat banyak dan selesainya capek, jadi biar tidurnya enak..dsb”. Maksud saya membuat tulisan ini,  poinnya adalah untuk mengajak anda menjernihkan pengertian anda tentang yoga dan asanas dimana sering terjadi salah kaprah. Latihan yoga itu sangatlah personal, jadi lamanya melakukan postur atau asanas dan pemilihan program juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu itu sendiri. Durasi dalam berlatih yoga juga bertahap, dan pelan-pelan ditingkatkan sesuai dengan kekuatan tubuh praktisinya. Biasanya untuk pemula berhenti dalam setiap asana sekitar 30 detik, dan bisa ditingkatkan menjadi 1-2 menit. Asanas/postur bila dilakukan dengan benar dan tepat disertai dengan pernapasan/pranayama, maka tubuh juga akan berkeringat, tapi rasa di tubuh dan mental menjadi ringan. Yang perlu diingat adalah berlatih yoga harus TIDAK  diakhiri dengan kelelahan. Sesuai dengan namanya, Hatha, memanaskan tapi juga mendinginkan. Menurut Prashant S. Iyengar, guru yoga dan putra BKS Iyengar (guru yoga senior di India), “Pada dasarnya, yoga adalah ilmu tentang kemanusiaan, berurusan dengan semua aspek manusia secara lengkap dari fisik, psikologis, intelektual dan emosional. Jika berlatih dengan dedikasi, yoga memiliki kemampuan untuk memunculkan kualitas positif dan mengurangi kekurangan kita.  Dengan pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, kesadaran dan hati nurani, yoga adalah ilmu yang mampu mengintegrasikan tubuh, pikiran, napas, dan kesadaran, memahami kebutuhan yang sesungguhnya dari setiap orang dan berurusan dengan setiap aspek kesehatan dan kesejahteraan dari luar ke intinya (core).” Jadi, teruslah berlatih yoga dengan sungguh-sungguh, baik secara fisik maupun mental, tingkatkan kekuatan dari dalam (inner strength), bukan sekedar otot. “Go deeper untuk mendapatkan ‘rasa’  baru”.   Itu pesan yang selalu diberikan oleh guru-guru saya.

Semoga bermanfaat!!! Love & Light, Amalina TH, E-RYT

LANGSING DENGAN DAMAI

December 26, 2018

Mencapai tubuh ideal dalam ukuran berat dan bentuk tubuh tentunya menjadi idaman banyak orang, khususnya kaum wanita. Banyak wanita yang rela melakukan demi memiliki tubuh yang langsing, mulai dari diet ketat hingga perawatan dan sedot lemak. Namun banyak dari mereka yang melupakan, atau bahkan mungkin tidak menyadari, bahwa berat badan yang berlebih tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan makan dan jenis makanannya saja.

Berdasarkan penelitian para ahli penyembuhan holistik, tubuh fisik manusia tidak dapat dipisahkan dengan problem psikis. Pola pikir dan cara pandang seseorang akan sangat mempengaruhi caranya menyikapi kehidupan, termasuk soal makan. Misalnya, sering orang berpikir, “Saya belum merasa makan kalau belum makan nasi.” padahal ia sudah mengkonsumsi bermacam makanan yang jumlah kalorinya sudah setara atau bahkan lebih dari satu piring nasi. Dalam ilmu metafisik, pikiran seperti itu masuk ke dalam sebuah keyakinan yang membatasi (limiting belief). Selain limiting belief, faktor lain yang dapat mempengaruhi kelebihan berat badan adalah stres. Saat seseorang stres, maka sistem metabolisme juga akan terganggu. Akibatnya makanan tidak dapat tercerna dengan baik dan akan menjadi toksin yang akhirnya menjadi tonjolan-tonjolan lemak di tubuh.

Berdasarkan pengalaman menangani banyak klien dengan problem berat badan selama belasan tahun, Amalina TH, E-RYT (founder dan owner Balance Mind Body Soul Yoga & Wellness) menemukan bahwa memang sebagian besar klien memiliki limiting belief, stres, atau problem psikis lainnya yang kemudian mempengaruhi berat badan. “Saya memandu klien untuk mencapai berat badan ideal melalui yoga, treatment, pengaturan pola makan, serta terapi TAT (Tapas Accupressure Technique) untuk menyelesaikan masalah emosi atau keyakinan yang muncul dalam diri klien. Hasilnya sangat efektif dan luar biasa, dan yang paling penting, klien menjalani seluruh prosesnya dengan penuh kesadaran dan perasaan yang damai, “ jelas Amalina.

Saat ini, Anda dapat mengikuti program slimming di Balance Mind Body Soul melalui terapi secara privat atau bergabung dalam kelas Yoga For Women with Amalina TH, E-RYT setiap Jumat pukul 4.30-6 PM. Kelas Yoga For Women tak hanya fokus untuk mendapatkan berat badan ideal, tetapi juga mencapai keseimbangan hormonal, kesehatan reproduksi, dan kesehatan wanita pada umumnya.