Yoga adalah sebuah filosofi tentang kehidupan yang dicapai melalui latihan olah tubuh, napas dan meditasi berdasarkan 8 tangga kehidupan seperti Yama (ajaran tentang moral), Niyama (disiplin), Asana (postur), Pranayama (pengontrolan napas dengan teratur), Pratyahara (pelajaran tentang rasa), Dharana (konsentrasi), Dhyana (meditasi) dan Samadhi (pencapaian kesadaran tertinggi dari meditasi), yang akan membentuk kita sebagai manusia “baru” yang damai dan bahagia. Berbagai aliran yoga telah diperkenalkan di hampir seluruh dunia. Namun ada satu aliran yang selama ini saya tekuni yaitu Hatha Yoga. “Ha” artinya sun atau matahari dan “Ta” yang artinya moon atau bulan. Menurut saya Hatha Yoga ini membuat keseimbangan dalam diri saya, secara fisik membantu meningkatkan kinerja seluruh bagian tubuh, dari darah, hormon, kelenjar hingga tulang dan juga sistem di dalam tubuh yang membantu meningkatkan kesehatan. Dan secara mental melatih pikiran melalui latihan pernapasan dan meditasi membantu pikiran menjadi lebih jernih dan rileks, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan stres dan juga meningkatkan konsentrasi/fokus. Di dalam latihan Hatha Yoga ada salah satu anak tangga yang disebut Asanas/ postur yaitu latihan fisik atau biasa disebut olah tubuh dengan cara melakukan peregangan, melatih  kekuatan dsb. Bagi anda yang sudah berlatih yoga sebelumnya sudah mengerti apa itu asanas. Namun berjalannya waktu dalam saya berlatih, belajar dan mengajar yoga sekitar 13 tahun ini, banyak hal yang saya pelajari. Terutama dalam hal pengertian tentang melakukan yoga dan asanas khususnya. Seringkali saya melihat dan juga mendengar komentar bahwa ” kenapa latihan yoga ini tidak membuat saya merasakan seperti olah raga, berkeringat banyak dan selesainya capek, jadi biar tidurnya enak..dsb”. Maksud saya membuat tulisan ini,  poinnya adalah untuk mengajak anda menjernihkan pengertian anda tentang yoga dan asanas dimana sering terjadi salah kaprah. Latihan yoga itu sangatlah personal, jadi lamanya melakukan postur atau asanas dan pemilihan program juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu itu sendiri. Durasi dalam berlatih yoga juga bertahap, dan pelan-pelan ditingkatkan sesuai dengan kekuatan tubuh praktisinya. Biasanya untuk pemula berhenti dalam setiap asana sekitar 30 detik, dan bisa ditingkatkan menjadi 1-2 menit. Asanas/postur bila dilakukan dengan benar dan tepat disertai dengan pernapasan/pranayama, maka tubuh juga akan berkeringat, tapi rasa di tubuh dan mental menjadi ringan. Yang perlu diingat adalah berlatih yoga harus TIDAK  diakhiri dengan kelelahan. Sesuai dengan namanya, Hatha, memanaskan tapi juga mendinginkan. Menurut Prashant S. Iyengar, guru yoga dan putra BKS Iyengar (guru yoga senior di India), “Pada dasarnya, yoga adalah ilmu tentang kemanusiaan, berurusan dengan semua aspek manusia secara lengkap dari fisik, psikologis, intelektual dan emosional. Jika berlatih dengan dedikasi, yoga memiliki kemampuan untuk memunculkan kualitas positif dan mengurangi kekurangan kita.  Dengan pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, kesadaran dan hati nurani, yoga adalah ilmu yang mampu mengintegrasikan tubuh, pikiran, napas, dan kesadaran, memahami kebutuhan yang sesungguhnya dari setiap orang dan berurusan dengan setiap aspek kesehatan dan kesejahteraan dari luar ke intinya (core).” Jadi, teruslah berlatih yoga dengan sungguh-sungguh, baik secara fisik maupun mental, tingkatkan kekuatan dari dalam (inner strength), bukan sekedar otot. “Go deeper untuk mendapatkan ‘rasa’  baru”.   Itu pesan yang selalu diberikan oleh guru-guru saya.

Semoga bermanfaat!!! Love & Light, Amalina TH, E-RYT